Close

Advertisement

The withdrawal of advertising
Company

The withdrawal of advertising

More...


Advertisement

Plane 1

Finding any information module, or an advertising banner
Furthermore...

Plane 2

Finding any information module, or an advertising banner
Furthermore...

Plane 3

Finding any information module, or an advertising banner
Furthermore...

Plane 4

Finding any information module, or an advertising banner
Furthermore...

Select Interface Language

More News

Webs Traffic Rank

Vote

What do you think about this site:

Excellent
Good
The best one
Fair
Poor
Bad

Menuduh Muslim Atas Nama Kebebasan 

Print

imageimageProteslah selagi bisa. Itulah yang diusung editorial majalah berita lokal Kanada, Macleans, dalam edisi terbaru mereka. Dalam editorial itu, Macleans menyebutkan Dewan HAM Kanada kini tengah merongrong kebebasan berbicara dan berekspresi di Kanada. Macleans memang tengah menjadi sorotan menyusul gugatan empat mahasiswa hukum Kanada. Majalah itu dinilai telah melangkah terlalu jauh dengan mengemukakan bahwa Muslim merupakan bagian dari sebuah konspirasi global untuk menguasai masyarakat Barat dan kemudian menerapkan hukum Islam yang menindas umatnya, menurut kaca mata Barat.

''Kami telah melakukan sejumlah riset dan hasilnya Macleans telah menerbitkan 19 artikel dengan nada seperti itu,'' kata Khurrum Awan, satu dari empat mahasiswa Kanada yang menggugat majalah itu.


Perdebatan sengit

Itu semua memicu perdebatan sengit di Kanada. Negara yang dijuluki ikon multikultural itu mendapat ujian hebat dengan sengitnya perdebatan mengenai kebebasan pers dan Islamofobia. Sebagian pihak menilai kebebasan berpendapat adalah sesuatu yang tidak terbatas dan pers mempunyai hak untuk itu. Sebagian lain melihatnya berbeda terkait dengan isi tulisan yang sifatnya menghasut dan menyebarkan permusuhan.

Semua ini bisa dirunut balik pada publikasi Macleans, Oktober 2006. Saat itu mereka menurunkan tulisan yang merupakan ringkasan dari American Alone: Why the Future Belongs to Islam tulisan Mark Steyn. Dalam bukunya itu, Steyn yang menyebut dirinya sebagai agitator berargumen bahwa Muslim secara demografi dan global mempunyai ambisi dan memastikan agar Islam mendominasi dunia dan bahwa Eropa terlalu lemah untuk melawan dan mencegah terjadinya transformasi tanpa belas kasihan yang mengubahnya menjadi Eropa-Arabia (Eurobia).

Awan mengatakan selama ini mereka telah melakukan pendekatan ke pihak majalah terkait dengan artikel-artikel mereka dan meminta diberi kesempatan untuk merespons artikel tersebut. Namun mereka menolak permintaan itu. Pihak redaksi majalah, kata Awan, mengatakan lebih rela majalah mereka tidak terbit daripada harus menerbitkan artikel yang mereaksi tulisan mereka. Pasalnya, hal itu sama saja dengan menyerahkan kebebasan majalah itu sendiri. ''Itu adalah alasan yang dibuat-buat,'' tegas Awan.

Aksi Awan dan teman-temannya itu mendapat dukungan penuh Kongres Islam Kanada . Dengan dukungan mereka, Awan juga mengajukan gugatan mereka ke Komisi HAM Federal dan Komisi HAM provinsi di Ontario dan British Columbia. Baik Komisi HAM Federal maupun Komisi HAM Provinsi British Columbia mengatakan masih mempelajari gugatan mereka.

Sementara, Komisi HAM provinsi Ontario menolak menggelar sidang dengar pendapat. Namun, dalam sidang 9 April lalu, mereka juga mengeluarkan keputusan yang menggusarkan Macleans. Dalam keputusannya mereka menyatakan :

artikel Macleans tersebut ada di luar kewenangan mereka. Pada saat yang sama mereka juga menyatakan keprihatinannya atas sejumlah artikel Macleans yang membangkitkan keprihatinan umat Muslim Kanada. Artikel Macleans dan media lain yang senada, mereka identifikasi sebagai tulisan yang 'memberi kontribusi' pada Islamofobia dan mempromosikan intoleransi sosial terhadap Muslim.


Gusar

Macleans dengan dukungan media lain langsung mereaksi keputusan itu. Mereka menyatakan sangat gusar karena sebuah lembaga publik telah menghakimi pers tanpa memberi kesempatan membela diri. Majalah itu juga mendesak perlunya kembali penegasan hak untuk berpendapat secara bebas.

Meski di luar harapan mereka, Awan dan teman-temannya masih bisa melihat sisi positif keputusan itu. Seperti dikatakan Ketua Federasi Arab Kanada, Mohammed Boudjenane, keputusan itu jelas menunjukkan artikel Macleans adalah artikel yang rasis. Keputusan itu menurutnya juga merupakan langkah awal untuk mulai memperdebatkan kebebasan pers dengan pembatasan berpendapat dalam konteks yang bertujuan membangkitkan kebencian.

Bagi Julius Grey, aktivis yang rajin menyuarakan hak-hak kaum minoritas, keputusan itu ibarat dua sisi mata uang. Setiap pembatasan atas kebebasan berekspresi, katanya, adalah sesuatu yang mengerikan. Tetapi, para mahasiswa itu berhak mengajukan keberatan meski disebutnya salah target mengenai Islamofobia. Pasalnya sejak peristiwa 11 September di AS, Muslim tidak diperlakukan sebagaimana yang diterima orang lain. afp/lan/RioL


Sumber:"Swaramuslim"

  27 November 2008,  |  aceh-online
 (Votes #: 0)
You are not Login or Register in site !

Add Comment

Name:
E-Mail:


Safety Code:
Include security image CAPCHA.
update code
Enter Here:

Top News

The bottom plane

The withdrawal of any information or module

Furthermore...